BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Senin, 26 Desember 2011

Sekilas Kisah Klasik Universitas ku..( Institut Agama Islam Darussalam )


            Berdiri ku disini, di bawah payung cita dan impian. Dalam kokohnya bangunan yang menjulang, dan hamparan tanda pengenal bagi sesama pencari ilmu. Dan ku disini, dalam lautan tinta perjuangan. Beiring musim yang  bergulir, dan angin yang terus berputar, ku terus tersenyum dalam deretan album klasik harapan dan perjuangan. Institut Agama Islam Darussalam, kau ukirkan kisah yang mendalam di 2 tahun sisa perjuangan ku disini.
Sekilas ku ingin lukiskan perjalanan singkat tentang mu.Meski terlepas dari bisingnya dan padatnya lalu lintas perkotaan, kau terlahir pada tanggal 1 Juni1970. Di awal umur mu, kau selalu mengembangkan amanat keislaman, keilmuan, dan kemasyarakatan. Tak lelah terus berusaha, hingga terlahir Fakultas baru pengiring Fakultas Syariah yang telah ada sejak awal, yakni Fakultas Tarbiyah (Program Studi Pendidikan Agama Islam) di awal bulan Juni tahun 1985.
Waktu terus bergulir, sesuatu yang hilang berganti hal yang baru yang terus temani dan ikut memeriahkan dalam umur mu yang terus bertambah. Fakultas Ushuludin Jurusan Dakwah yang pernah didirikan, mulai berganti nama karena tuntutan dan perkembangan yang ada. Ia berganti menjadi Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Pergantian nama, adalah harapan yang kan terus berkembang hingga mencapai calon-calon sarjana dan ulama cendekia. Pergantian berlangsung pada pertengahan bulan September tahun 1995
Tidak berhenti disana, di pertengahan bulan Agustus tahun 2001 diberikannya izin Operasional Program Diploma II (D2 ) PGSD/PGMI dan PGTKI atas Dasar Hukum SK Kopertais Wilayah II Jawa Barat dan Banten No.240/KOP/II/S/2002. Sungguh menyenangkan hati, banyak perubahan yang terus berjalan tanpa kenal henti. Meski ku terlahir dan berpijak di sini, dalam suasana yang nyaman dengan fasilitas yang lengkap di masa juang yang buahkan hasil. Namun bisa kurasakan, indahnya awal masa juang dahulu.
Bahagia ku kini telah terungkap jelas, dengan bergabungnya ku di sini dalam Jurusan Program Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (Fakultas Tarbiyah) yang telah diberikan izin resmi sampai jenjang Strata Satu (S1) pada tanggal 10 bulan Juli 2007. Harap ku, agar dapat menguasai bidang ilmu sumber bahan ajar SD/MI, baik yang mencakup substansi dan metodologi bidang ilmu, maupun pengemasan bidang ilmu menjadi bahan ajar kurikulum SD/MI, hingga menjadi praktisi pendidikan islam yang turut berperan membangun Indonesia dan memajukkan pendidikan islam di negeri tercinta ini.
Kisah ku masih kan terus berlanjut, sampai titik perjuangan ku tercatat dalam agenda kelulusan yang kan raih gelar terbaikku. Dan kisah mu Universitas tercinta ku, tak kan berhenti disini, namun kan terus berlanjut hingga masa keemasan yang berikutnya kan diraih. Salam hangat ku untuk mu, Institut Agama Islam Darussalam.
Jika kawan-kawan telah membaca sekilas kisah klasik Universitas ku, jangan lupa untuk berkunjung guna menikmati indahnya suasana pagi berlantunkan ayat suci dan tuturan indah pembawa nikmat syurgawi. Alamatnya disini ya, Jl.KH.Ahmad Fadlil 1 Ciamis 46271 ; Tlp.0265-774376
           
           
           
Read More..

Rabu, 14 Desember 2011

Pelataran Kasih Untuk Bunda



           Gema membaur dalam rasa.
            Mengikis setiap satuan rindu yang terpadu dalam asa.
            Di bawah keteduhan jiwa, dan di hentak raga yang berselang renta.
            Tak mampu lisan ini, tuk ucap sederet kasih yang tertata dalam vas cinta
            berdaun bahagia.
            Yang telah tertanam beribu tahun tak tersisa.
            Dalam letih dan penatnya hari yang kau punya, Bunda.

            Dalam bayang yang tertinggal.
            Kau tersenyum dalam celoteh hari yang tak mengenal.
            Antara peluh dan bising suara yang terlontar.
            Guna tawa masa kecil yang indah dalam buai berpijar.

Bunda...
Hangat ucap mu yang mengiringi dalam kedewasaan.
            Tak pernah patahkan harap dan semangat pengorbanan.
            Melainkan, sanjungan yang bangkitkan mimpi di setiap helaan.
            Hingga kini, ku  berdiri di pelataran kasih mu Bunda.
            Meskipun  tak dapat gantikan peluh mu, di setiap tetes yang mengalir.
            Do’a ku  kan berkulum, dalam tengadah tangan yang tak kan pernah usai.

            Peluk Cinta ku,
Untuk mu Bunda.

Read More..

Rabu, 07 Desember 2011

A.  Pengertian Metode Pembelajaran
Secara harfiah istilah metode berasal dri bahasa yunani yaitu metodas tang berasal dari kata meta dan bodas. Meta berarti melalui  sedangkan bodas yaitu jaln yng harus yang dilalui. Adapun dalm bahasa arab, menurut Asnely dikenal dengan istilah At – thariqah yang mempunyai arti jalan/cara yang harus di tempuh.
Oleh karena itu Metode adalah cara yang digunakan untuk  mengimplementasikan rencana yang telah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun  tercapai secara optimal. Ini berarti, metode digunakan untuk merealisasikan strategi yangtelah  ditetapkan.
Dengan demikian, metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran  yang sangat penting. Keberhasilan pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran.
B.  Kedudukan Metode dalam Pembelajaran
Salah satu usaha yang tidak pernah di tinggalkan adalah bagaimana memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen yang ikut ambil bagian bagi keberhasilan belajar mengajar.
Dari hasil analisis yang dilakukan lahirlah pemahaman tentang  kedudukan metode yaitu:
1)   Metode sebagai alat motivasi ekstrinsik
Motivasi ekstrinsikmenurut sadirman A.M (1998,90) adalah motif – motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Karena itu metode berfungsi sebagai alat perangsang dari luar  yang dapat membangkitkan semangat belajar seseorang.
2)   Metode sebagai Strategi  Pengajaran
Dalam kegiatan belajar mengajar  tidak semua peserta didik mampu berkonsentrasi dalam waktu yang relative lama. Daya serap anak didik terhadap bahan juga bermacam – macam, ada yang cepat, ada yang sedang, dan ada yang lambat.
Faktor intelegensi mempengaruhi daya serap anak didik terhadap daya serap anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu keberadaan metode adalah  sebagai bagian dari strategi pengajaran yang harus dikuasai oleh guru, sehingga penguasaan materi pelajaran dapat tercapai secara utuh.
3)   Metode sebagai alat untuk mencapai  tujuan
Tujuan adalah suatu cita – cita yang akan di capai dalam kegiatan belajar mengajar. Dan merupakan  pedoman yang memberi arahkemana kegiatan belajar mengajar akan dibawa. Karena itu, metode adalah pelicin jalan pengajaran menuju tujuan. Ketika tujuan dirumuskanagar anak didik memiliki keterampilan tertentu, maka metode yang digunakan harus sesuai dengan tujuan.  Dan harus menunjang pencapaian tujuan pengajaran.
C.  Macam – macam metode Pembelajaran

1.      Metode Ceramah
Metode ceramah dapat di artikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung terhadap sekelompok siswa, peranan – peranan siswa dalam peranan ini adalah mendengarkan dengan teliti serta mencatat pokok penting yang dikemukakan oleh guru.
1)      Kelebihan metode ceramah :

Ø  Merupakan metode yang murah dan mudah dilakkan. Murah karena tidak memerlukan peralatan – peralatan yang lengkap dan mudah karena hanya menggunakan suara guru.
Ø  Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas, artinya materi pelajaran dapat dirangkum dan dijelaskan pokok – pokok nya dalam waktu yang singkat.
Ø  Melalui ceramah, guru dapat menontrol keadaan kelas, karena kelas sepenuhnya tanggung jawab guru.
Ø  Organisasi kelas dengan menggunakan ceramah dapat diatur lebih sederhana.

2)      Kelemahan metode ceramah  :

Ø  Materi yang dikuasai siswa sebagai hasil dari ceramah adalah terbatas pada apa yang dikuasai guru.
Ø  Dapat mengakibatkan verbalisme, verbalisme adalah penyakit yang disebabkan oleh proses ceramahdimana dalam proses penyajiannyaguru hanya mengandalkan bahasa verbal dan siswa hanya mengandalkan kemampuan auditifnya.
Ø  Guru yang kurang memiliki kemampuan tutur yang baik, ceramah sering di anggap metode membosankan.
Ø  Sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti  apa yang dijelaskan  atau belum.

2.    Metode Demontrasi
Metode demontrasi adalah penyajian pelajaran dengan memperagakan dan menunujukan kepada siswa tentang suatu proses, situasi benda atau tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar  tiruan. Peranan siswa dalam peranan ini ialah mengamati dengan teliti, seksama dengan penuh perhatian dan partisipasi.
1)      Kelebihan Metode Demontrasi

Ø  Dapat menhindari terjadinya verbalisme, sebab siswa langsung memperhatikan bahan pelajaran yang di jelaskan.
Ø  Proses pembelajaran akan lebih menarik.
Ø  Siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan teori dan kenyataan.

2)      Kelemahan Metode Demontrasi

Ø  Memerlukan persiapan yang lebih matang, untuk menghindari kegagalan yang dapat menyebabkan metode menjadi tidak efektif lagi.
Ø  Memerlukan peralatan , bahan – bahan yang memadai  serta memerlukan pembiayaan yang lebih mahal di bandingkan dengan ceramah.
Ø  Memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus untuk bekerja lebih profesional.

3.    Metode Diskusi
Metode diskusi ialah metode mengajar dimana bahn pembelajaran disampaikan dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat guna menyusun kesimpulan sebagai alternatif pemecahan masalah. Diskusi bukanlah debat yang bersifat mengadu argmentasi, melainkan bersifat untuk bertukar pengalaman guna menentukan keputusan bersama – sama.
a)      Jenis – jenis diskusi
1.      Diskusi kelas
Disebut juga diskusi kelompok yaitu proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh seluruh anggota kelassebagai peserta didik.
2.      Diskusi kelompok kecil
Dilakukan dengan membagi siswa kelompok – kelompok. Jumlah anggota kelompok antara 3 – 5 orang, dimulai dengan guru menyajikan permasalahan secara umum kemudian dibagi dalam sub masalah yang harus di selesaikan  oleh kelompok kecil.
3.      Diskusi Panel
Diskusi panel adalah pembahasan suatu masalah yang dilakukan oleh beberapa orang panelis yang biasanya terdiri dari 4 – 5 orang dihadapan audiens diskusi panel berbeda dengan diskusi lainnya, dalam dikusi ini audiens tidak terlibat langsung tetapi berperan hanya sebagai peninjaupara panelis yang sedang melakukan diskusi.
1)      Kelebihan metode diskusi

Ø  Dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif khusus nya dalam memberikan gagasan dan ide – ide.
Ø  Dapat melatih untuk membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan.
Ø  Dapat melatih siswa untuk dapat menghargai pendapat orang lain.

2)      Kelemahan metode diskusi

Ø  Sering terjadi pembicaraan selama diskusi dikuasai oleh 2 – 3 orang yang memiliki keterampilan berbicara.
Ø  Kadang – kadang pembahasan dalam diskusi meluas, sehingga kesimpulan jadi kabur.
Ø  Sering terjadi perbedaan pendapatyang bersifat emosional  yang  tidak terkontrol.
4.    Metode Simulasi
Simulasi berasal dari kata simulate yang artinya berpura – pura. Sebagai metode mengajar simulasi dapat diartikan sebagai cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prisip, keterampilan tertentu. Metode ini dilakukan dalam bentuk permainanyang diatur yang dilakukan oleh siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar untuk memperoleh pemahaman tentang hakekat suatu konsep prinsip melalui latihan simulasi.
a)      Jenis – jenis Simulasi
1.      Sosiodarma
Sosiodarma adalah metode pembelajaran permainan peranuntuk memecahkan masalah – masalah yang berkaitan fenomena sosial, seperti masalah yang menyangkut masalah kenakalan remaja, narkoba dll, atau dikatakan sebagai sutu teknikpenyajian bahan pelajaran dengan mendramakan / memerankan tinkah laku dalam hubungan sosial.
2.      Psikodarma
Psikodarma adalah metode pembelajaran dengan bermain peran yang bertitik tolakdari permasalahan psikologis.
3.      Role Playing
Role playing adalah metode pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk menkreasi peristiwa sejarah, peristiwa aktual, atau kejadian – kejadianyang mungkin muncul pada masa mendatang.
1)      Kelebihan  metode simulasi

Ø  Dapat dijadikan bekal dalam menghadapi situasi yang sebenarnya kelak.
Ø  Dapat mengembangkan kretivitas siswa
Ø  Dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses pembelajaran
Ø  Memperkaya pengetahuan , sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang problematis.

2)      Kelemahan metode simulasi

Ø  Tujuan pembelajaran yang sering di abaikan karena hanya mengedepankan hiburan.
Ø  Memerlukan pengelompokan peserta didik yang fleksibel, serta fasilitas berupa ruangan  yang tidak selalu tersedia dengan baik.

5. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah metode belajar dmana gurumemberikan pertanyaan dan siswa menjawab atau siswa bertanya dan gru atau siswa lain menjawab.
1)      Kelebihan metode tanya jawab :

Ø  Terjadinya komunikasi yang seimbang  antara guru dengan murid, atau sebaliknya, bahkan antar murid dengan murid lainnya.
Ø  Melatih keberanian siswa untuk mengembangkan pikiran.

2)      Kelemahan metode tanya jawab :

Ø  Memerlukan waktu yang banyak.
Ø  Pertanyaan yang disampaikan biasanya hanya diambil dari beberapa aspek pelajaran.

6.    Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok yaitu cara mengajar, dimana guru membagi siswa dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan suatu kegiatan dengan saling bekerja sama.
1)      Kelebihan metode kelompok :

Ø  Lebih meringankan beban guru, karena guru cukup menjelaskan kepada ketua kelompoknya.
Ø  Melatih sikap gotong royong dan saling membantu masing – masimg siswa terhadap siswa lain.

2)      Kelemahan metode kerja kelompok :

Ø  Sering terjadi, hanya beberapa siswa yang memegang kendali dalam pelaksanaan  tugas kelompok.
Ø  Kadang – kadang proses belajar bersama tidak terkendali, sehingga keluar dari tugas yang semestinya.

7.    Metode Drill. ( latihan )
Metode Drill yaitu teknik belajar, berupa latihan – latihan yang diberikan guru untuk meningkatkan keterampilan siswa.
1)      Kelebihan metode Drill :

Ø  Metode ini dapat diramalkan kebiasaan kebiasaan tertentu, seperti kecakapan bahasa, atletik, menulis, dll.

2)      Kelemahan metode Drill  :

Ø  Sering kali latihan yang terus menerus menjadi hal yang membosankan bagi siswa.
Ø  Dapat menimbulkan verbalisme, karena murid – murid lebih banyak dilatih menghapal soal – soal, dan menjawabnya secara otomatis.

8.    Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas yaitu metode mengajar dimana guru memberikan tugas tertentu kepada siswa agar melakukan  kegiatan belajar ( di sekolah, di rumah, di perpustakaan, di laboraturium, dll ).
1)      Kelebihan metode pemberian tugas :

Ø  Metode ini memantapkan materi pelajaran yang dipelajari dari guru.
Ø  Meningkatkan daya berpikir siswa.

2)      Kelemahan metode pemberian tugas :

Ø  Sering terjadi tugas dikerjakan orang lain, bukan oleh siswa sendiri ataupun siswa mengandalkan pekerjaan teman.
9.    Metode Eksperimen
Metode eksperimen yaitu metode mengajar, dimana siswa di tuntut untuk melakukan suatu percobaan tentang suatu hal, dengan mengamati prosesnya dan menuliskan hasil percobaan tersebut.
1)      Kelebihan metode eksperimen :

Ø  Siswa dapat memantapkan hasil belajar dengan membuktikan sendiri kebenaran suatu teori.
Ø  Dapat memberikan pengalaman serta keterampilan yang optimal pada siswa.

2)      Kelemahan metode eksperimen :

Ø  Diperlukan guru yang ahli dan berpengalaman untuk menghindari kesulitan ataupun kegagalan.
Ø  Diperlukan biaya besar.

10.           Metode Karyawisata
Metode karyawisata yaitu cara mengajar dimana guru mengajak siswa berkunjung kepada suaru obyek  tertentu guna mempelajari sesuatu.
1)      Kelebihan metode kayawisata :

Ø  Dapat memeberi pengalaman baru pada siswa.
Ø  Dapat memberikan informasi secara nyata terhadap siswa.

2)      Kelemahan metode karyawisata :

Ø  Memerlukan biaya yang besar dan pesiapan yang rumit.

11.           Metode Pemecahan Masalah ( Problem Solving )
Metode ini merupakan cara memberikan pengertian dengan menstimulasi peserta didik untuk memperhatikan,  menelaah, dan berpikir tentang  suatu masalah, untuk selanjutnya menganalisis masalah tersebut sebagai upaya untuk memecahkan masalah.
Adapun langkah – langkah yang ditempuh  dalam metode ini adalah :
a)      Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan.
b)      Mencari data / keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut.
c)      Mendapatkan jawaban sementara dari masalah tersebut.
d)     Menguji kebenaran  jawaban sementara tersebut.
e)      Menarik kesimpulan.

D.  Pemilihan Metode Pembelajaran
Untuk memilih metode pembeljaran yang akan digunakan dalam perencanaan pembelajaran . Perlu di pertimbangkan faktor – faktor tertentu, antara lain :
a)      Kesesuaian dengan tujuan institusional
Setuap metode mengajar memiliki kekuatan dan kelemahannya dalam dilihat dari berbagai sudut. Namun, yang penting bagi guru, metode mengajar maupun yang akan digunakan, harus jelas dahulu tujuan yang akan dicapai, baik tujuan instruksional khusus maupun tujuan instruksional umum.
Secara garis besar, hubungan antara metode mengajar dan tujuan instruksional yang ingin di capai dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut :
Tujuan
Metode
Cr
Tj
Ds
Dm
Ek
Pt
Kw
Sd
Ingatan
ü     
ü  






Pemahaman


ü   
ü     




Aplikasi / kemampuan yang lebih tinggi




ü     
ü     
ü     
ü     

Hubungan antara metode dan tujuan yang ingin di capai tentu saja tidak semutlak seperti yang digambarkan dalam bagan di atas , dan tergantung pula pada jenis mata pelajaran yang dibikan.
b)    Ketrlaksanaan dilihat dari waktu dan sarana
Disamping bertitik tolak dari tujuan yang ingin dicapai, dalam memilih metode pembelajaran . Perlu pula waktu dan sarana yang tersedia misalnya, metode aryawisata sulit dilakukan setiap hari karena memerlukan waktu yang cukup panjang, baik dalam tahap perencanaan maupunpelaksanaannya.




















DAFTAR PUSTAKA
Majid, Abdul. 2008. Perencanaan Pembelajaran, Bandung : PT Remaja Rasdakaya
Syaodih, Nana dan R.Ibrahim. 2003. Perencanaan Pengajaran, Jakarta : PT Rineka Cipta
Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran, Jakarta : Kencana Prenada Media group
Read More..